Sponsor

You Are Here: Home - opini warga - Opini Warga

Situs Megalitik
Gunung Padang Lebih Luas dari Borobudur
Penulis : Agus Mulyadi | Minggu, 24 Juni 2012 | 19:25 WIB
Dibaca: 11752
Komentar: 4
Share:

Kompas/Rony Ariyanto Nugroho
Hamparan batu yang tertata di Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (10/2). 
Situs Gunung Padang di ketinggian 894 meter diatas permukaan laut (mdpl) 
ini merupakan peningalan peradaban Megalitik sekitar rentang waktu 2500 - 1500 SM dan 
merupakan situs megalitik terbesar se Asia Tenggara.

TERKAIT:

Tim Peneliti Gunung Padang Dinilai Ilegal
Pengeboran Gunung Padang Tetap Dilaksanakan
Paguyuban Pasundan Menentang Pengeboran Situs
Teliti Gunung Padang Secara Menyeluruh
Meski Bukan Piramida, Situs Gunung Padang Punya Potensi Wisata

CIANJUR, KOMPAS.com - Luas situs megalit Gunung Padang, di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jabar, diyakini 10 kali lebih luas dari Candi Borobudur di Jawa Tengah.

Demikian dikemukakan arkeolog Ali Akbar, tim terpadu penelitian mandiri 
Gunung Padang, Minggu (24/6/2012).

Ia mengatakan keyakinan itu, berdasarkan hasil setelah dibukanya struktur di bagian timur situs tersebut.

Ali Akbar menjelaskan, pihaknya menemukan 20 lebih terasering yang 
menjadi bagain dari konstruksi Gunung Padang saat ini. Terassering itu, diperkirakan terus memanjang hingga 200 meter lebih dari konstruksi punden berundak, tersusun dengan rapi.

"Hingga saat ini, kami telah mencapai jarak seratus meter keberadaan teras sering di bagian timur, hingga utara secara melingkar. Ini 10 kali lebih luas dari Borobudur," katanya.

Sementara untuk struktur di bagian selatan, tim mendapatkan kesulitan karena di bagian selatan kondisi teras-teras yang ditemukan, telah berantakan. Hal itu diduga akibat bencana besar di masa lalu yang menyebabkan konstruksinya longsor dan hancur. Namun tim masih menemukan sisa struktur berupa bagian teras kecil.

Untuk eskavasai di bagian barat, tim terkendala tumpukan tanah akibat longsor dari bukit yang ada di sebelahnya. Di sebelah barat ini, tumpukan tanah diperkirakan jauh lebih tebal dibandingkan dengan di wilayah timur dan selatan. Untuk wilayah ini tim hanya menyusuri struktur dari permukaan.

"Dari setiap sudut ditemukan beberapa tangga, yang diduga jalan 
untuk masuk ke puncak punden berundak, yang diperkuat adanya mata air di setiap gerbangnnya. Paling kuat mengenai pintu masuk kebagain dalam perut situs, dan jalur yang memungkinkan dari bagian timur," tuturnya.

Berbagai langkah dan metode terus dilakukan kelompok kecil
 arkelog yang masih bekerja di sekitar kawasan itu, dengan memfokuskan riset di wilayah timur.


Sumber: Antara

Tags: opini warga